oleh admin pada | 2026-02-06 12:48:42 Terakhir Diperbarui oleh admin pada2026-02-20 15:31:49
Kepala SLB Negeri Nitsae, Florida Perigrina Bere, S.Pd.SD bersama Para Guru
TTU, PNN- Di pinggiran Kabupaten TTU, Kecamatan Bikomi Selatan Desa Naiola, berdiri sebuah sekolah yang tidak besar kapasitasnya, namun sangat dibutuhkan kehadirannya. Sekolah ini terbilang baru sebab Maret 2026 ini merupakan tahun keempat kiprahnya di dunia pendidikan. Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Nitsae, demikian nama sekolah ini. Jaraknya kira-kira 12 km dari ibu kota Kabupaten TTU, Kefamenanu. Dari letak geografisnya, sekolah ini terletak di pinggiran kota, dengan akses transportasi maupun akses informasi terkait sekolah ini cukup terbatas. Oleh karena itu, mungkin banyak orang tidak mengenal sekolah ini.
Sejak sekolah ini berdiri pada tahun 2022, jumlah siswa terus meningkat. Dapat dilihat bahwa pada tahun pertama, jumlah siswa sebanyak 22 orang, sedangkan tahun kedua jumlah siswa naik menjadi 29 orang. Tahun ketiga jumlah siswa sebanyak 30 orang dan tahun ini sebanyak 32 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan lembaga pendidikan formal bagi siswa berkebutuhan khusus sangat dibutuhkan. Sesuai data, jumlah SLB di Kabupaten TTU sebanyak 2 sekolah. Tentu jumlah ini disesuaikan dengan rasio siswa berkebutuhan khusus yang terdata di wilayah ini. Menurut Kepala SLB N Nitsae, Florida Perigrina Bere, S.Pd.SD, kehadiran SLB ini didorong oleh meningkatnya jumlah siswa berkebutuhan khusus di wilayah itu, sehingga pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat lokal untuk merintis dan membangun sekolah di sana. Itulah sebabnya, masyarakat di sana menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan lokasi pembangunan sekolah itu, dan selanjutnya pemerintah merealisasikannya dengan mengurus pembiayaan, operasional dan administrasi manajerial.
Sebagai sekolah yang usianya masih belia, SLB Negeri Nitsae ini terus berbenah sembari meningkatkan kualitas dan kapasitas. Sebanyak 14 rombongan belajar dibimbing oleh 16 orang tenaga pendidik dan kependidikan. Menurut data dapodik yang sampaikan oleh Kepala Sekolah, dari jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada, hanya satu orang saja yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa yaitu Kepala Sekolah. Sedangkan yang lainnya berlatar pendidikan umum. Oleh karena itu, sekolah terus berupaya membekali mereka dengan berbagai diklat ketunaan bersertifikat yang diselenggarakan oleh lembaga kredibel seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dan lainnya serta upaya mandiri dari para guru untuk mengikuti diklat secara online demi peningkatan kapasitas diri.
Alhasil, sekolah ini boleh mengikuti berbagai kompetisi dan meraih prestasi. Sejak tahun 2023, sekolah ini telah menoreh berbagai prestasi di bidang olahraga, seni suara, seni lukis. Sejumlah siswa menorehkan prestasi dengan menjuarai berbagai event yang diselenggarakan antar SLB se kabupaten TTU dan TTS. Hal ini menunjukkan keseriusan dan ketekunan serta kedisiplinan para guru dan pembina di sana, dalam mendidik dan melatih para siswa yang berkebutuhan khusus. Data menunjukkan bahwa pada sekolah itu terdapat berbagai layanan terapi untuk tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, autis dan down syndrome.
Kondisi ini bukanlah hal yang mudah terutama jika dibandingkan dengan rasio guru dan jumlah rombongan belajar. Oleh karena itu, pihak sekolah terus berupaya dari waktu ke waktu memaksimalkan potensi yang ada agar semua siswa berkebutuhan khusus dapat terlayani secara baik dan boleh mendapatkan pendidikan yang layak sesuai kurikulum yang berlaku. Berbagai program dirancang untuk memberikan kemudahan pelayanan serta memacu percepatan tercapainya visi misi sekolah. Beberapa program unggulan sekolah ini antara lain; pengembangan kemandirian, keterampilan vokasional seperti tata boga dan kerajinan, terapi terpadu sesuai ketunaan, literasi adaptif, penguatan karakter dan bakat melalui ekstrakurikuler. Dalam rancangan program kerja tahun ini, pengembangan kurikulum berorientasi pada life skill, peningkatan kapasitas dan kualitas guru serta perbaikan sarana dan prasarana menjadi prioritas utama di samping beberapa program lainnya.
Menurut Kepala Sekolah, kondisi sarana dan prasarana yang ada sangan minimalis. Oleh karena itu, dengan kondisi yang ada, sekolah berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada agar semua siswa terlayani dengan baik. “ Kami mengutamakan melayani dengan hati meski kondisinya cukup terbatas,” demikian Kepala Sekolah menyikapi soal pelayanan di sekolah ini. Untuk itu, ia berharap agar tahun ini pemerintah ataupun lembaga mitra dapat memberikan perhatian kepada sekolah ini terutama kebutuhan akan air bersih, akses jalan menuju ke sekolah yang sangat memprihatinkan. Ia juga berharap ke depan sekolah ini dapat memiliki asrama bagi siswa mengingat jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa yang cukup jauh serta kebutuhan khusus siswa yang perlu mendapat perhatian lebih. (Moses T. Usfinit)
Resah UMKM Beralih Jadi Penjual Barang Impor China, Maman Harus Apa?
Setelah Marketplace, Pemerintah Bakal Incar Pajak dari Media Sosial
Resah UMKM Beralih Jadi Penjual Barang Impor China, Maman Harus Apa?
Setelah Marketplace, Pemerintah Bakal Incar Pajak dari Media Sosial