Edukasi ERA GLOBAL DIGITAL

Kepala SMK PP Negeri Kupang Perkuat Sinergi Dua Arah Dengan Komite Sekolah dan Orang Tua

oleh admin pada | 2026-01-31 11:36:51 Terakhir Diperbarui oleh admin pada2026-02-20 15:30:57

Membagikan: Facebook | twitter | Whatsapp |


Kepala SMK PP Negeri Kupang Perkuat Sinergi Dua Arah Dengan Komite Sekolah dan Orang Tua

Kepala SMK PP Negeri Kupang bersama seluruh peserta rapat


Dalam rangka koordinasi dan sinergi dua arah antara pihak sekolah dan Komite Sekolah dalam hal ini orang tua siswa, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Kupang adakan rapat koordinasi yang berlangsung di aula sekolah itu, Jumat (30/1/2026). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta orang tua dalam mendukung kegiatan lembaga pendidikan serta mempererat komunikasi dua arah agar lebih masif dan produktif serta efektif.

Rapat yang dilaksanakan secara hybrid ini, dihadiri oleh seluruh orang tua dan wali siswa, para Wakil Kepala Sekolah, dan Pengurus Komite Sekolah. Terlihat sejumlah orang tua dan wali siswa memenuhi aula sekolah itu, sedangkan yang berdomisili jauh dari lokasi sekolah bisa mengikutinya lewat aplikasi zoom meeting.

Dalam pemaparan visi misi dan capaian serta program kerja setahun ke depan, Kepala SMKPP Negeri Kupang Dr. Bogarth K. Watuwaya, S.Pt., M.Sc mengatakan bahwa rapat bersama Pengurus Komite Sekolah dan orang tua siswa ini memberi kesempatan bagi pihak sekolah untuk menyampaikan capaaian-capaian selama tahun 2025, termasuk melihat lagi kendala  yang terjadi dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi, serta menyampaikan rencana program sekolah untuk satu tahun ke depan. Target utamanya adalah agar output yang dihasilkan siap pakai di dunia kerja dan wirausaha.

“Pengembangan kurikulum kita selalu sinkronkan dengan kebutuhan dunia usaha serta kebijakan pemerintah, sehingga output yang dihasilkan menjadi output yang handal dan tentunya unggul dan berdaya saing,” demikian imbuhnya.

Selanjutnya Dr. Bogarth menyampaikan bahwa sekolah ini merupakan sekolah kejuruan, sehingga kegiatan pembelajaran memberikan 70% porsi untuk kegiatan praktik dan 30% untuk pembelajaran teori dan konsep. Hal ini dapat terlihat dari hasil capaian selama ini, di antaranya, siswa mengolah lahan pertanian milik sekolah, dan hasilnya dijual kepada Koperasi Sekolah, juga kepada dapur asrama sebagai penyedia makanan bagi seluruh siswa, sebagaimana sekolah ini merupakan sekolah berasrama dan seluruh siswa wajib tinggal di sana.

Ditanya terkait respon orang tua dan wali siswa terhadap kegiatan ini, Dr. Bogarth mengatakan bahwa orang tua dan wali siswa memberikan respon yang positif, bahkan mengemukakan gagasan penting untuk sekolah. Menurutnya, hal ini pertanda bahwa orang tua mengikuti perkembangan sekolah ini dan terus memberikan perhatian kepada anak-anak mereka. Beberapa hal yang menjadi perhatian orang tua terkait pendidikan karakter yang selama ini dilakukan oleh sekolah bekerja sama dengan TNI dan NGO. Menurut Dr. Bogarth, sekolah menggandeng TNI sebagai representasi pendidikan disiplin dan pembinaan karakter, sedangkan NGO memberikan pendampingan terkait interaksi sosial, penggunaan media sosial, perundungan dan lainnya. Ia berharap agar output yang dihasilkan oleh lembaga ini kelak sudah siap untuk memasuki dunia kerja, baik secara ilmu pengetahuan, keterampilan mental maupun karakter. Dengan demikian kehadiran lembaga pendidikan ini di tengah masyarakat menjadi lebih bermanfaat.

Menutup pembicaraannya, Dr. Bogarth menyampaikan bahwa target utama yang ingin dicapai adalah pengembangan kurikulum yang sudah sinkron dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kita menampung aspirasi dari orang tua dan selanjutnyaa kita sinkronkan kurikulum yang ada agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan juga program pemerintah,” tandasnya.

 Selanjutnya, Wakil kepala Sekolah bidang Kesiswaan Herlistin Mooy, SP., M.Pd., M.P mengatakan pendidikan karakter dan soft skill sangat berguna bagi masa depan siswa, terutama dalam menghadapi pesaing di dunia kerja kelak. Untuk itu, menurutnya siswa perlu terus diberi pendampingan berkesinambungan baik dari guru, wali kelas, guru BK dan juga orang tua.

Dalam kaitannya dengan penerimaan Siswa baru, Herlistin berharap agar tahun pembelajaran berikut, lembaga pendidikan ini mendapat kepercayaan dari masyarakat dengaan menitipkan anak-anaknya belajar di lembaga ini.

“Saya berharap animo masyarakat terhadap lembaga pendidikan ini makin meningkat, mengingat sekolah kejuruan di bidang pertanian memberikan harapan yang baik terhadap masa depan outputnya,” katanya.

 Ketua Komite SMK PP Negeri Kupang, Mesry P.E. Modok. S.Th., M.Th dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan pengurus Komite Sekolah dengan orang tua siswa merupakan agenda rutin, namun ia berharap agar agenda rutin ini dapat dimaksimalkan sebagai momen untuk menjalin komunikasi secara langsung antara orang tua, pengurus komite dan pihak sekolah. Selain itu, menurutnya, agenda pertemuan hari ini merupakan bentuk sosialisasi tentanag kinerja pengurus komite sekolah serta rencana program ke depan.

Ketua Komite SMK PP Negeri KupangMesry P.E. Modok. S.Th., M.Th

“Saya berharap agar komite sekolah menjadi penghubung antara orang tua dan sekolah sehingga target yang kita harapkan bisa tercapai, yaitu orang tua, sekolah dan komite sekolah memiliki pemikiran dan pemahamaan yang sama terkait pola asuh dan pendampingan serta pendidikan anak di lembaga pendidikan ini,” demikian ia menutup pembicaraannya.

Sementara itu di tempat terpisah, Yakobus Fai selaku orang tua siswa menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan rapat ini. Ia mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengikuti pertemuan di sekoilah, sebab anaknya baru masuk di kelas X sekolah ini. Menurutnya pertemuan seperti ini sangat bagus untuk mendorong keterlibatan orang tua serta membangun sinergisme antara sekolah dengan orang tua terutama dalam upaya pendampingan anak.

“Kurikulum pendidikan di sekolah ini sangat menjanjikan bagi dunia kerja kelah dan tentunya ini mendukung program swasembada pangana yang dicanangkan oleh pemerintah. Maka saya berharap agar regulasi dan pola pendampingan bagi anak perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini,” sambungnya. (Moses T. Usfinit)


 


 



Tinggalkan Komentar