Edukasi ERA GLOBAL DIGITAL

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Provinsi NTT Serentak di 8 Lokasi

oleh admin pada | 2025-12-29 14:03:58 Terakhir Diperbarui oleh admin pada2026-02-20 15:31:49

Membagikan: Facebook | twitter | Whatsapp |


Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Provinsi NTT Serentak di 8 Lokasi


Kupang, PNN - Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Direktorat Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS), dalam rangka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) SMA, SMK, dan SLB. 
Seleksi substansi bakal calon kepala sekolah tersebut dilaksanakan pada 8 lokasi yang tersebar  di
Kabupaten/Kota di NTT hari ini,  Senin (29/12/2025).

Menurut  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, seleksi ini adalah sebuah tahapan  penting dalam mempersiapkan calon kepala sekolah yang  kompeten dan profesional tentunya.

"Seleksi substansi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bakal calon kepala sekolah yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta pemahaman yang baik tentang dunia pendidikan,” demikian kata Ambrosius Kodo menjelaskan.

Selanjutnya, Ambrosius Kodo menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi ini  merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma, agar proses seleksi dipastikan berlangsung secara objektif dan transparan.

Ikut hadir dalam kegiatan seleksi bakal calon kepala sekolah ini, Kasubid PKPP Direktorat KSPSTK, dan Dr. Subandi, Widya Prada Ahli Utama dari Direktorat Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah untuk memantau jalannya seleksi dan memastikan seleksi berjalan sesuai prosedur dan regulasi.

Menurut Ambrosius Kodo, jumlah peserta seleksi yang diundang melalui aplikasi SIM KSPSTK (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan) sebanyak 1.102 orang.
Namun, dari jumlah tersebut hanya 511 peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dengan mengunggah dokumen yang dibutuhkan, sementara 599 orang tidak melengkapi dokumen yang diminta.
Selanjutnya 511 peserta yang telah lolos verifikasi administrasi kemudian diundang untuk mengikuti seleksi substansi pada hari ini.

Seleksi substansi bakal calon kepala sekolah ini  dilaksanakan di delapan  lokasi, yang tersebar di seluruh provinsi NTT yaitu:
1. SMKN 1 Kupang, dengan 119 peserta dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
2. SMKN 2 So’e, diikuti 35 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
3. SMKN 1 Atambua, dengan 71 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka.
4. SMK Kristen 1 Kalabahi, diikuti 20 peserta dari Kabupaten Alor.
5. SMKN 1 Maumere, dengan 73 peserta dari Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata.
6. SMKN 2 Ende, diikuti 62 peserta dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo.
7. SMKN 1 Labuan Bajo, dengan 55 peserta dari Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
8. SMA Swasta St. Alfonsius Tambolaka, diikuti 77 peserta dari wilayah daratan Sumba

Dala. Kegiatan ini, Ambrosius Kodo juga menegaskan  bahwa seleksi substansi dilaksanakan di ruang uji kompetensi berbasis komputer dengan dukungan jaringan internet yang memadai. “Peserta diberikan waktu 120 menit untuk mengerjakan 70 soal seleksi substansi.” pungkasnya.



Ambrosius Kodo menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan mutu kepemimpinan satuan pendidikan di NTT melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel.

“Kami berharap dari seleksi ini akan lahir kepala sekolah yang mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pendidikan di NTT,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejauh ini proses seleksi berjalan lancar dan tanpa ada kendala. “Seleksi substansi ini dilaksanakan di ruang tempat uji kompetensi di sekolah-sekolah yang memiliki peralatan komputer, jaringan yang memadai," pungkasnya

Selanjutnya Ambrosius Kodo menambahkan bahwa sebwlum diangkat , mereka wajib mengikuti diklat pelatihan bakal calon kepala sekolah, sebagai syarat utama untuk diangkat sebagai kepala sekolah.  "Sudah  dialokasikan anggaran pada tahun 2026  untuk 303 calon kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan bakal calon kepala sekolah," tandasnya (MTU)


Tinggalkan Komentar